(fun thing to share) myers briggs in nutshells

Myers Briggs type has its deeper way to clasifiy people, based on how people proceed their information ON different conditions. There’s this thing called Cognitive Function you should check first before know the real deal of the game 🙂

MBTI punya 16 tipe kepribadian untuk mengklasifikasikan semua kemungkinan kepribadian yang ada di dunia. Pengklasifikasian dilakukan dengan melihat bagaimana preferensi seseorang dalam empat hal, yaitu cara seseorang mendapatkan energi mereka (E/I), menerima informasi (N/S), memproses informasi untuk membuat keputusan (F/T), mengimplementasikan informasi yang dia dapatkan (J/P).

Menariknya, cara yang tepat atau yang lebih akurat untuk menentukan apa tipe kepribadian seseorang dari 16 kepribadian yang ada di MBTI tidak semudah meminta orang tersebut memilih preferensi di empat hal di atas. Karena jika menggunakan cara memilih preferensi seperti itu, maka akan mudah bagi seseorang untuk bias pada stereotip tipe kepribadiannya. Contohnya, INTJ dinilai sebagai orang yang cool dan pendiam dan cenderung anti-sosial, sehingga seseorang yang mendapat hasil tes INTJ menilai dirinya identik demikian, seterusnya dia akan berpikir ‘saya seperti ini karena saya INTJ, dan orang INTJ memang selalu begini’. Faktanya, MBTI adalah kerangka ilmiah, bukan klasifikasi fiksional dimana setiap kelompoknya dibuat memiliki ciri berbeda yang dramatis, seperti halnya kelompok faksi dalam film fiksional Divergent atau kelompok asrama dalam film Harry Potter, atau malah kelompok zodiak atau golongan darah yang jelas tidak ada landasan ilmiahnya sama sekali. Sekali lagi, MBTI tidak demikian.

Lalu apa bedanya?

Dalam MBTI dikenal istilah cognitive function yang menjelaskan bagaimana setiap kepribadian seseorang bekerja. Setiap orang punya delapan fungsi. Delapan fungi ini disusun berurutan sesuai kepribadian orang tersebut. Berurutan atas dasar apa? Mereka berurutan sesuai dengan kondisi yang diterima seseorang.

Dua fungsi yang paling depan atau utama (sering disebut Dominant function dan kemudian Auxiliary function) adalah fungsi yang muncul di kondisi normal seseorang, kondisi keseharian seseorang.  Dominant function dan Auxiliary function adalah fungsi yang memengaruhi kebiasaan dan sikap kalian.

Dua fungsi berikutnya, yaitu yang berada diurutan ketiga dan keempat (atau lebih sering disebut tertiary function dan inferior function) muncul ketika seseorang dalam kondiri stres atau kondisi urgensi yang menekan.

Sedangkan empat fungsi selanjutnya, lebih jarang (atau sangat jarang) keluar atau ditunjukan seseorang.

Sehingga lebih mudah diartikan, semakin ke fungsi terakhir akan semakin jarang fungsi itu memengaruhi sikap seseorang.

Dari sini, bisa dilihat bahwa MBTI tidak mengenal stereotip tipe kepribadian, karena setiap tipe MBTI memiliki fungsi lagi masing-masing yang bekerja sesuai kondisi seseorang. Jadi, INTJ misalnya, bukan berarti dia dijelaskan menjadi INTJ jika dia selalu terlihat cool, namun dia dijelaskan menjadi INTJ jika dia bersikap, menerima dan memproses informasi lalu mengambil keputusan dan sikap sesuai dengan fungsi dari INTJ. Seseorang bisa saja seorang aktor komedi yang lucu di atas panggung namun juga seorang INTJ, tidak harus cool. MBTI tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, self-interest, atau penampilan luar seseorang. Walau pun iya, bisa jadi tipe kepribadian berpengaruh pada hal-hal tersebut, namun jangan ditukar alurnya, seperti seakan melihat hal-hal tersebut sebagai penentu tipe kepribadian seseorang. (Sekali lagi, ini bukan faksi di Divergent yang jika kamu Dauntless kamu pasti polisi atau kamu pasti pemberani, the myers briggs types seriously doesnt work like that 🙂

Apa saja Delapan Fungsi itu?

Delapan fungsi di MBTI yaitu

Se: Extroverted Sensing

Si: Introverted Sensing

Ne: Extraverted Intuiting

Ni: Introverted Intuiting

Te: Extraverted Thinking

Ti: Introverted Thinking

Fe: Extraverted Feeling

Fi: Introverted Feeling

Lalu urutan fungsi kognitif di masing-masing tipe kepribadian MBTI, yaitu:

The ‘SF’ function pair

ESFJ : Fe Si Ne Ti
ISFJ : Si Fe Ti Ne
ISTJ : Si Te Fi Ne
ESTJ : Te Si Ne Fi

The ‘NT’ function pair
ENTJ : Te Ni Se Fi
INTJ : Ni Te Fi Se
INTP : Ti Ne Si Fe
ENTP : Ne Ti Fe Si

The ‘NF’ function pair
ENFJ : Fe Ni Se Ti
INFJ : Ni Fe Ti Se
ENFP : Ne Fi Te Si
INFP : Fi Ne Si Te

The ‘SF’ function pair
ISFP : Fi Se Ni Te
ESFP : Se Fi Te Ni
ESTP : Se Ti Fe Ni
ISTP : Ti Se Ni Fe

Lalu muncul pertanyaan, kenapa ada kecenderungan pembagian fungsi jadi 4 kelompok seperti di atas? Ada SF, NF, NT dan ST? Karena kita melihat dominant function dan auxiliary function-nya atau fungsi kognitif yang urutan kesatu dan kedua, yaitu fungsi yang paling sering muncul di setiap kepribadian. Dan biasanya di setiap empat kelompok ini memang memiliki cara menerima dan memproses informasi yang berbeda. Ingat yang berbeda adalah cara menerima dan memproses informasi, bukan dibedakan berdasarkan hal-hal lain yang dramatis ._, (re: sifat yang umum, self-interest dll)

Mungkin fungsi kognitif ini memang hal yang sulit dipahami, tapi setidaknya kita tahu kalau MBTI tidak mengklasifikan orang dengan berdasar stereotip yang bisa dilihat. Perlu tahu bagaimana cara pikir seseorang dalam menghadapi sesuatu untuk bisa mengkaji tipe MBTI mereka. Sayangnya, kebanyakan tes kepribadian online yang ada di internet dan yang paling banyak diakses orang, tidak menggunakan logika fungsi kognitif ini dalam tes mereka. Sehingga, kemungkinan besar sering terjadi salah tipe atau mistyping. Mungkin bukan masalah besar memang. Namun jika kasusnya seperti si INTJ di kasus di atas tadi, bisa jadi pemahaman MBTI-nya malah membuatnya bersikap agar sesuai dengan apa yang dia kira sebagai INTJ yang seharusnya, lalu berdampak dengan interaksinya dengan orang lain. Padahal faedah memahami framework klasifikasi kepribadian seperti MBTI ini, menurut penulis, adalah untuk memahami bagaimana kita berpikir/bersikap dan bagaimana orang lain berpikir/bersikap, betapa berbeda dan unik setiap orang dan hal ini pada akhirnya memudahkan kita untuk lebih fleksibel ketika berinteraksi dan dalam memahami orang lain, dan tentu saja memahami diri sendiri. Bukan malah membatasi atau mengeksklusifkan diri dalam kelompok kepribadian masing-masing karena memahaminya berdasarkan stereotip, bukan teori ilmu yang sebenarnya.

Penulis sendiri merasa masih banyak kekurangan dalam berilmu namun semoga dengan tulisan ini kita sadar, walau pun sulit, sungguh akan lebih menarik memahami seluk beluk hal yang dikaji ilmiah daripada sekadar hal yang untuk bersenang-senang saja. Kalau disuruh memilih, kenapa harus memilih Zodiak dan Golongan darah jika ada klasifikasi ilmiah seperti Myers Briggs Types yang bisa kita ambil faedahnya ketika kita paham teorinya dan mengerti tujuannya. 🙂

 

 

Best Regards

Penulis

cr: kaskus

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.