mungkin bukan yang ‘paling sering salah diasumsikan tipe kepribadiannya’, tapi tokoh fiksi ini adalah orang-orang yang menurut penulis bukan seperti yang diasumsikan orang. murni opini karena lagipula ini hanya tokoh fiksi, so anw cheers 😉
adalah Sherlock Holmes

Kebanyakan orang di internet bilang kalau Sherlock Holmes punya tipe kepribadian dari fungsi kognitif NT (baca tentang fungsi kognitif di pos sebelumnya) karena tipe NT adalah orang-orang yang cenderung memiliki pendekatan terhadap masalah dengan cara yang logis dan obyektif, dan suka memanfaatkan pemikiran mereka untuk fokus pada kemungkinan yang memiliki aplikasi teknis. NT sering juga disebut The Intelectuals (yang mana menurut pendapat penulis bisa jadi sangat sesuai, bisa jadi disalahartikan kebanyakan orang, but hope you folks get the gist :). Intelektual di sini karena NT menggunakan pendekatan yang logis dan analitikal. Menurut penulis, sudah jelas ini adalah Dom (kependekan dari dominan function) dari Sherlock Holmes yang punya cara deduksi yang sarat logika dan analisis untuk memecahkan kasus-kasus yang dia tangani. Penulis tidak ada masalah untuk hal ini.
Selanjutnya dari dom NT, ada empat tipe kepribadian, yaitu INTP, ENTP, INTJ dan ENTJ. Jadi mari perkecil kemungkinan dari 16 tipe yang mungkin dimiliki Sherlock Holmes, menjadi hanya ada 4 kemungkinan tipe kepribadian yang salah satunya dimiliki Holmes.
Bagi penggemar tokoh detektif ini terutama yang sudah menonton serial readaptation-nya di BBC, pasti tahu kalau Holmes adalah seorang self-proclaim (if not actually is) sociopath. Dan memang Holmes adalah orang yang memiliki sisi anti-sosial, walau bagaimana pun dia memiliki hubungan dan mengakui hubungan persahatannya dengan Watson 🙂

Dari sini jelas Holmes bukan merupakan people person yang mengapresiasi interaksi dengan banyak orang dan mendapat energi dari interaksi sosial. Sudah jelas Holmes bukan Ekstrovert.
Jadi dari kemungkinan empat tipe personaliti, sekarang hanya ada dua tipe personaliti yaitu INTP dan INTJ.
Di sinilah kebanyakan orang berasumsi kalau Holmes adalah seorang INTP, kebanyakan dengan argumen gaya pemecahan masalah Holmes sangat menunjukan gaya fungsi dominan Ti (Introverted thinking) milik INTP.
Tapi, penulis sendiri, sebagai seorang INTP, merasa Holmes lebih cenderung pada INTJ.
- Holmes terlalu being alpha untuk seorang INTP yang hampir tidak mungkin sengaja mau menjadi sosok yang dominan. Fungsi Ti mereka membuat INTP menjadi orang yang menyenangkan untuk diajak berdiskusi, namun bukan orang yang menentukan keputusan. Mereka cenderung lebih suka bertanya daripada memberi keputusan untuk orang lain. Kasarnya, INTP bukan seorang achiever tapi seorang thinker, yang mana hal ini menurut penulis bukan karakteristik Sherlock Holmes.
- Holmes punya rencana, cara berpikir dan cara penjelasan yang terlalu terstruktur untuk seorang INTP yang punya auxiliary function Ne yang mana sering menginterupsi fungsi dominan Ti, sehingga cara pikir INTP biasanya terkesan ‘all over the place’, terlalu banyak brainstorming, terlalu banyak ide-ide dan kemungkinan-kemungkinan baru bagi seorang INTP, ditambah kecenderungan mereka untuk membiarkan pilihan untuk tetap terbuka. INTP bukan seperti INTJ yang dengan mudah mengutarakan isi pikirannya dengan lugas dan terstuktur, INTP cenderung berbicara untuk menganalisis ide-idenya sehingga sering terkesan tidak terstruktur, hal ini bukanlah apa yang kita lihat pada Sherlock Holmes.
- Fungsi Dominan INTJ adalah Ni (Introverted Intuitive) yang mana menurut penulis punya karakteristik pemikiran yang deduktif, sedangkan Ti (Introverted Thinking) milik INTP lebih pada pemikiran analitis. Holmes seperti yang kita tahu adalah seorang dengan pemikiran deduktif.
- Argumen ini yang paling lemah, tapi akan penulis utarakan, karena inilah yang paling penulis rasakan sebagai INTP kalau Holmes tidaklah berpikir seperti INTP. Menurut penulis, INTJ lebih arogan (sorry not sorry) daripada INTP. Kenapa? karena INTP cenderung ingin tahu perseptif orang lain, ingin tahu pendapat orang lain ketika memecahkan sesuatu. More ideas then better, karena INTP seorang yang analitical dan perceptive admirer. Sebaliknya INTJ cenderung tidak peduli apa concern orang lain. Dia lebih lugas daripada INTP, dan ini menurut penulis adalah seorang Sherlock Holmes. Dan INTP biasanya memiliki stereotip pemalas/prokastinator dan juga tidak terlihat percaya diri, berkebalikan dengan Holmes.
Kesimpulan penulis, Sherlock Holmes adalah INTJ. Namun kembali lagi, ada beberapa glitch dari pendapat penulis, yaitu kemungkinan Holmes benar sebagai seorang sociopath yang secara definisi adalah orang anti-sosial tanpa empati, personality type tentu saja adalah hal yang berbeda dengan personality disorder. Jadi kemungkinan, bisa jadi Holmes adalah INTP dengan personality disorder yaitu sosiopath, sehingga membuatnya terlihat less INTP di beberapa sisi. kemungkinan kedua, Holmes adalah INTP yang ‘berhasil’ mengoptimalkan kelebihannya, dia seorang analitikal yang terlatih sehingga lebih mudah baginya menyampaikan ide-ide miliknya. Sekali lagi, kelemahan INTP adalah mereka cenderung bukanlah achiever, yang sangat disayangkan karena mereka ada pemikir yang baik. Then again, orang yang terlihat sukses dan berhasil adalah orang yang merealisasikan pemikirannya, yang mana inilah yang terjadi pada Holmes. He is not genius, but he is one of the best INTPs you would ever see.
Glitch terakhir dan terpenting (yang sebenarnya mematahkan semua esensi pos ini lol) adalah Holmes merupakan tokoh fiksi. Kepribadiannya tidak bisa valid karena in the first place he is even exist.
See? how useless we are for have gotten this far analyzing a fictional characer 🙂
Best Regards
Penulis